Pengikut

Sabtu, 21 Juli 2012

Radiasi Ponsel Memicu Kanker Otak?




Apakah radiasi telepon selular meningkatkan risiko kanker otak?
Penelitian WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah melakukan penelitian sepuluh tahun belum mendapatkan kesimpulan yang jelas. Banyak yang berharap bahwa riset internasional yang diselenggarakan Badan Internasional untuk Riset Kanker (IARC, lembaga di bawah WHO) tersebut akan memberikan jawaban yang jelas, tapi sekarang tampaknya harapan itu sia-sia.
Dalam wawancara yang dilakukan untuk mengetahui kaitan penggunaan ponsel dengan tumor otak (2.708 pasien glioma dan 2.409 pasien meningioma) dan 7.500 pasien kelompok kontrol yang sesuai, tidak ditemukan hubungan antara penggunaan ponsel wajar (rata-rata 2-2,5 jam per bulan) selama lebih dari 10 tahun dengan tumor otak.
Hanya pengguna telepon selular intensif (lebih dari 30 menit per hari) terlihat memiliki risiko glioma yang sedikit lebih tinggi. Namun dalam kelompok ini, terdapat nilai temuan yang hampir tidak mungkin, yang menyebabkan keraguan serius atas keandalan hasil dan semua kesimpulan yang dapat ditarik.
Intinya, para peneliti menolak untuk menafikan bahwa penggunaan ponsel dapat menyebabkan kanker otak, tapi juga tidak dapat membuktikannya.
“Kita tidak bisa menyimpulkan tanpa keraguan bahwa tidak ada kaitan di antara keduanya,” kata Prof Anthony Swerdlow dari Britania’s Institute of Cancer Research, yang terlibat dalam studi tersebut. Namun dia menambahkan bahwa “tampaknya mustahil ada risiko besar yang segera terjadi.”
Respons Sejumlah Negara
US Food and Drug Administration, yang  menilai bukti ilmiah saat ini belum layak menjadi dasar intervensi, menyarankan menggunakan ponsel seperlunya, dan selalu dengan earphone atau perangkat hands-free.
Namun, beberapa negara lain telah mengambil tindakan. Norwegia, Inggris dan Israel telah menerbitkan laporan publik  yang memperingatkan bahwa ponsel berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama untuk anak-anak dan wanita hamil.
Sejumlah proposal juga telah beredar di Eropa dan Amerika Serikat untuk melabeli ponsel dan perangkat nirkabel lainnya dengan peringatan bahaya produk seperti pada tembakau dan alkohol. Perancis sedang mempertimbangkan untuk melarang iklan telepon seluler yang ditargetkan untuk anak-anak di bawah 12 tahun, dan mungkin melarang penjualan ponsel tanpa earpho

Kanker kulit


Kanker kulit









Definisi

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal. kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko kematiannya pada penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia.

Pandangan terapi alternatif

Dalam pandangan terapi holistik, penyebab kanker adalah sama, yaitu karena banyaknya zat-zat oksidan dalam tubuh. Tetapi kanker kulit bisa juga disebabkan oleh adanya pancaran sinar radio aktif, sinar ultra violet, secara langsung tanpa penghalang (pengaman).
    • Karena letaknya di kulit, kanker kulit lebih mudah dikenali dan lebih mudah ditangani. Walaupun begitu, penderita kanker kulit tetap harus berhati-hati karena bisa saja terjadi metastasis (penyebaran) ke organ-organ yang lain.
Untuk terapi kanker kulit, hendaknya :
1. Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat-zat kimia termasuk gula pasir dan air mineral.
2. Hindari segala bedak dan handbody lotion yang terbuat dari zat kimia.
3. Hindari terkena sinar matahari secara langsung diatas jam 9 pagi.
4. Minumlah suplemen yang mampu membersihkan kotoran yang melekat di dinding usus (colon cleanshing). Dalam hal ini yang terbaik, terenak dan termurah adalah kolak waluh (labu parang) tanpa santan. Yang perlu diingat dalam mengonsumsinya harus ditambah air jeruk nipis. minumlah 2 gelas sehari.
5. Buatlah suplemen yang banyak mengandung zat-zat anti oksidan, seperti juss dari buah tomat sayur, buah anggur, buah wortel, dan taoge kacang hijau. Untuk pembuatan juss, sebaiknya di blender selama 20 menit, jangan berhenti. Tujuannya adalah agar ada injeksi oksigen ke dalam juss. Karena itu harus langsung diminum habis, jangan dibiarkan lam karena oksigennya bisa menguap lagi. Minumlah 2 gelas sehari.
6. Buatkanlah rebusan herbal yang banyak mengandung zat-zat anti oksidan. Herbal ini antara lain daun benalu mangga, daun benalu teh, daun sukun, daun tapak dara, daun mahkota dewa, temu putih , dll. Jika merasa repot untuk membuat jamu ini, bisa menggunakan produk Klinik Pengobatan " Bahasa Alam " yang berfungsi untuk membasmi kanker dengan merk Teh Dakun no 06. Jamu ini rasanya sangat enak seperti teh, 100% alami dan tanpa ampas. Minumlah 2 gelas sehari.
7. Buatkanlah rebusan herbal yang lebih keras dari pada di atas, Bisa menggunakan mahkota dewa, pace, jintan hitam, dll. minumlah 2 gelas sehari.
8. Buatkanlah bedak dari keladi tikus, ketela pohon tahunan yang beracun. Balurkan bedak ini ke kankernya, 4 - 5 kali sehari.
9. Lakukanlah senam ayun tangan, 30 menit sehari.